Tips Penyiapan Naskah

Untuk dapat menerbitkan artikel secara efektif dan efisien di JSFK, berikut adalah beberapa tips untuk penulis. Tips ini dirangkum oleh dewan editor berdasarkan temuan dan kesalahan yang sering terdapat pada naskah yang akan direview. Kesalahan di dalam aspek berikut ini akan menyebabkan artikel tidak dapat dilanjutkan kepada proses peer review, karenanya naskah akan dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki.

 

1. Mempersiapkan abstrak yang baik

Abstrak setidaknya berisi tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Beberapa jenis penelitian, misalnya penelitian noneksperimental, sebaiknya diawali dengan latar belakang. Jumlah kata kunci haruslah berkisar antara 4-6 item.

2. Menggunakan tenses yang benar di dalam abstrak bahasa inggris

Abstrak versi bahasa Inggris harus ditulis dengan menggunakan tipe tenses yang sesuai untuk masing-masing bagian abstrak. Misalnya background harus ditulis dalam bentuk present tense; methods ditulis dengan kalimat past tense; dsb. Panduan penggunaan tenses dapat dibaca di sini (klik)

3. Memeriksa kesesuaian grammar bahasa inggris

Judul naskah beserta abstrak yang ditulis dalam versi bahasa Inggris haruslah bebas dari kesalahan gramatikal (grammatical errors). Salah satu aplikasi yang sangat bermanfaat untuk membantu pemeriksaan grammar adalah grammarly (klik di sini). Aplikasi ini hanya mendeteksi dan mengoreksi kesalahan grammar dan pengetikan, tetapi tidak dapat digunakan untuk penggunaan diksi dan pola kalimat yang baik.

4. Menulis alat pada bagian metode penelitian 

Alat yang dicantumkan pada bagian metode penelitian hanyalah alat atau instrumen utama di dalam penelitian. Alat umum seperti alat-alat gelas, timbangan, kertas perkamen, dan sejenisnya tidak perlu ditulis. Rincian alat tidak dituliskan pada paragraf khusus, melainkan dituliskan pada bagian prosedur pengerjaan penelitian yang sesuai. Nama alat harus disertai dengan merk dan negara produsennya. Misalnya: Tekanan darah diukur dengan menggunakan Biopac Data Acquisition System MP150 (Biopac, USA).

5. Menyajikan hasil dalam tabel dan grafik

Secara umum, grafik lebih mudah dan cepat dipahami dibandingkan dengan tabel. Meskipun demikian, tabel merupakan pilihan yang lebih baik untuk menyajikan data lengkap. Penggunaan grafik (chart) dianggap lebih tepat untuk membandingkan data dengan kontrol; memperlihatkan tren perubahan data antar waktu; dsb. Suatu data yang sama tidak boleh disajikan di dalam tabel dan grafik sekaligus, kecuali ada informasi tambahan penting pada salah satunya. Setiap tabel dan gambar harus dirujuk/disinggung pada paragraf (contoh: "...sebagaimana yang disajikan pada Tabel 2"; "Gambar 3 menunjukkan...")

6. Menulis bagian diskusi yang baik dan kuat

Diskusi haruslah berisi ulasan terhadap hasil/temuan dalam penelitian, bukan sekedar narasi atau deskripsi dari hasil yang didapatkan. Bagian ini harus dapat menjabarkan fenomena terhadap hasil penelitian dan mengulasnya dengan menggunakan rujukan yang relevan dan baik. Karenanya, setiap paragraf diskusi haruslah memiliki sitasi/rujukan. 

7. Memilih referensi yang baik

Referensi yang paling baik adalah berupa sumber primer, seperti artikel jurnal. Database referensi yang paling praktis saat ini adalah Google Scholar. Karenanya, penulis disarankan hanya menggunakan literatur primer yang dapat ditelusuri pada Google Scholar. Selain memudahkan dalam proses verifikasi oleh editor dan reviewer, hal ini juga membantu penulis untuk menuliskan format daftar pustaka secara semi-tomatis. Artikel jurnal yang tidak terdapat pada Google Scholar dapat dianggap sebagai sumber yang tidak bereputasi baik. 

8. Menulis daftar pustaka dengan format Vancouver Style

Penulisan daftar pustaka selayaknya tidak lagi dituliskan secara manual karena tidak praktis dan memiliki potensi kesalahan tipografi yang lebih besar. Oleh karena itu, salah satu solusinya adalah dengan menggunakan Google Scholar (klik di sini untuk info lengkap). Sebagai alternatif, dapat juga digunakan layanan CiteThisFor Me (klik di sini)